Candi Borobudur

Spiritual - Ekologis - Masa Depan

unseen java
Karmawibhangga

Explore Now
Kreativitas Modern Maestro

Unseen Java hadir sebagai respons terhadap fenomena dromologi di dunia urban modern

Integrasi ketiga dimensi ini dijalankan melalui "Trilogi Pedagogis" yang menggunakan relief Karmawibhangga sebagai teknologi spiritual hidup.

Sosok kreatif di balik proyek ini Hendy Hertiasa (Selaku Dosen dari Desain Komunikasi Visual FSRDITB) sebagai konseptor.

Sosok kreatif di balik proyek ini Hendy Hertiasa (Selaku Dosen dari Desain Komunikasi Visual FSRDITB) sebagai konseptor.

Serta dukungan dan inisiator Dewi Gontha (Presiden Direktur Java Festival Production), lahirlah sebuah gagasan “Unseen Java: Karmawibhangga”, paviliun imersif kontemplatif di Java Jazz Festival 2026, yang menampilkan tontonan film animasi & Motion graphic AI dikolaborasikan dengan pertunjukan musik, dance dan yoga.

Trilogi Pedagogis
dalam kerangka O-C-E

"Bertahan abad lamanya, 160 relief Karmawibhangga tersembunyi di kaki candi Borobudur hingga kini."

Dimensi Spiritual

Menjelajahi makna tersembunyi di balik relief Karmawibhangga sebagai panduan moral dan spiritual.

Kesadaran Ekologis

Harmonisasi antara pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan masa depan.

Imersi Visual

Teknologi digital yang menghidupkan kembali relief yang tertutup di kaki Candi Borobudur.

Pedagogi O-C-E

Metode pembelajaran terstruktur yang menggabungkan Observasi, Kontemplasi, dan Edukasi.

Detail Relief

Ruang Imersif Kontemplatif

Masuki ruang di mana batas antara masa lalu dan masa depan memudar melalui visualisasi digital interaktif relief Karmawibhangga.

"Temukan apa yang tersembunyi,
rasakan apa yang tak terlihat."